BRMP Kalimantan Tengah Sosialisasikan Layanan Konsultasi Padi (LKP) Versi 2.0 di Pulang Pisau
PULANG PISAU - Tim RCM BRMP Kalimantan Tengah melaksanakan sosialisasi peningkatan teknologi pertanian digital dengan memperkenalkan Layanan Konsultasi Padi (LKP) versi 2.0 kepada para penyuluh dan petani di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (24/09/2025).
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pangkoh dan diikuti penyuluh dan petani dari Desa Pantik dan Desa Belanti Siam, yang sebelumnya telah menjadi pelaksana LKP versi 1.0 sejak tahun 2023.
LKP merupakan alat bantu pengambilan keputusan berbasis digital yang dikembangkan oleh International Rice Research Institute (IRRI) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Aplikasi ini menggunakan prinsip Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi (PHSL) untuk memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat berdasarkan karakteristik lahan padi.
Dalam paparannya, Suparman, selaku Koordinator Tim RCM BRMP Kalimantan Tengah, menyampaikan bahwa LKP versi 2.0 hadir dengan sejumlah pembaruan yang signifikan. “Tampilan aplikasi kini lebih sederhana dan user-friendly, dengan navigasi yang lebih mudah dipahami oleh petani. Versi terbaru ini juga menyediakan rekomendasi pemupukan yang lebih lengkap, khususnya untuk lahan rawa yang banyak dijumpai di sebagian wilayah Kalimantan Tengah,” jelasnya.
LKP versi 2.0 juga mendukung prinsip pemupukan tepat 3T: Tepat Jenis, Tepat Dosis, dan Tepat Waktu. Aplikasi ini memungkinkan petani untuk menentukan kebutuhan pupuk berdasarkan nutrisi tanaman dan masukan dari berbagai sumber nutrisi lainnya.
Tak hanya pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung. Para petani diajak untuk membuka aplikasi LKP versi 2.0 melalui perangkat Android mereka, dan melihat langsung rekomendasi yang diberikan berdasarkan data lahan yang mereka input.
Respons positif datang dari para peserta sosialisasi. Baik petani maupun penyuluh menyambut baik kehadiran LKP versi 2.0, mengingat manfaat yang sudah dirasakan sejak penerapan versi sebelumnya. “Kami merasakan hasil panen yang lebih baik dan efisien dalam penggunaan pupuk,” ujar salah satu petani peserta kegiatan.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan penerapan LKP versi 2.0 dapat semakin meluas dan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani padi di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah lahan rawa pasang surut.